SMAN 2 Dumai Butuh Perhatian


Tidak dapat dipungkiri bahwa SMA Negeri 2 Dumai merupakan salah satu sekolah menengah yang menjadi pilihan favorit di daerah ini. Namun, kondisinya dinilai tak seindah namanya. Hal itu perlu menjadi perhatian berbagai pihak.

“Memang sekolah SMA Negeri 2 Dumai ini cukup diminati, sehingga muridnya kini mencapai seribuan. Kondisi itu tak sebanding dengan kondisi fisik dan fasilitas lainnya yang dimiliki. Untuk itulah kami membutuhkan perhatian dari berbagai pihak,” ujar Evi Suryani, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Dumai, dalam sambutannya pada Reuni Rindu Kawan Sekolah SMA Negeri 2 Dumai angkatan tahun 1987 di Jala Dock, Dumai Barat, Jumat malam (2/9).

Dia menyebutkan, alat-alat meubiler yang ada, seperti bangku dan meja, masih banyak berasal dari sejak berdirinya bangunan sekolah, yang telah mencapai 30-an tahun. Begitu pula dengan bangunan fisik yang ada masih banyak yang kurang bila dibandingkan dengan jumlah pelajar yang ada. Selain itu, juga kondisi pekarangan yang perlu pembenahan.

Tak kalah pentingnya berbagai sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar masih banyak kekurangannya. Sebab, berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus juga ditunjang dengan berbagai sarana dan pransarana penunjang lainnya, selain juga peningkatan kualitas tenaga pengajarnya.

Evi menegaskan, SMA Negeri 2 Dumai punya peluang mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah yang telah berusia 30 tahun dari pemerintah pusat. Namun, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah perlu adanya penilaian dari lembaga tertentu yang memberikan penilaian bahwa sekolah tersebut memanng sudah selayaknya dibantu.

“Kami kesulitan dalam hal ini. Kami butuh lembaga penilai tersebut. Untuk itu, kami mohon bantuan untuk mencarikan lembaga yang dapat memberikan penilaian, sehingga kami dapat mengajukan usulan bantuan revitalisasi sekolah yang telah berusia 30 tahun,” ujarnya.

Pada kesempatan reuni rindu kawan sekolah SMA Negeri 2 Dumai itu, para alumni tahun 1987 juga memberikan bantuan alat infocus kepada sekolah. Bantuan diterima langsung Kepala Sekolah Evi Suryani. Selain itu, pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia Reuni H. Armidi juga berinisiatif untuk mencarikan bantuan dari para alumni.

Salah satunya, yang sangat mendesak adalah bantuan tanah timbun untuk menimbun pekarangan, terutama di bagian belakang sekolah yang kondisinya masih sama dengan kondisi semasa para alumni bersekolah.

Akhirnya, para alumni yang kini menjadi anggota DPRD Dumai, seperti Andi Firman menyumbang 50 mobil tanah timbun dan Helmi sebanyak 20 mobil. Begitu juga alumni yang kini menjadi pejabat Pemko Dumai, seperti Bambang Sumantri, menyumbang 20 mobil tanah timbun. Serta sumbangan lainnya dari para alumni.

BUKA PUASA BERSAMA ALUMNI SMANDA DUMAI


Dumai, 20 Ramadhan 1432 H/ 20 Agustus 2011

alumnismandadumai.wordpress.com – Momentum bulan suci Ramadhan 1432 Hijriah menjadi ajang temu dan silaturrahim alumni SMANDA Dumai. Acara  buka bareng ini diselenggarakan untuk seluruh angkatan meskipun tidak dapat dihadiri oleh seluruh angkatan yg terdiri dari 31 angktan dihitung sejak kelulusan pertama tahun 1981 hingga kelulusan terakhir pada tahun 2011.

Lebih dari delapan apuluh orang alumni datang meramaikan buka puasa bersama ini.  Hadir beberapa senior seperti Zuraida Ida, Ir. Sony Aditya Putra, Friden Hotmatua, Aguslim R Koto,Ernidawati Ziani,  Emi Yuzar, Ainawati, Deviyanty, Nurbetty, Deswati, Erma Restu Yuningsih, Wan Nur Ainun, yang junior ada Ratna Dewi Sri Hartini , Yuni Riawanto, Mardiansyah, Eri Yunaldo, Friska adriana, Angelia Debby .A, dan yang termuda ada khairina Rahmadhani dan Nina Artika.

Acara ini  selain untuk memupuk solidaritas sesama alumni juga untuk memberi semangat bagi persiapan rencana pelaksanaan Reuni Akbar yang direncanakan akan digelar pada tahun 2012 nanti. Acara dapat terselenggara disiapkan oleh tiga orang srikandi alumni smanda Dumai yaitu Ernidawati, Friska Adriana dan Angelia Debby. A.

Acara Buka Bareng dimulai pada pukul 17.45. Wib dibuka oleh pembawa acara Hardi Zaini dari angkatan XI (masuk th 1988 tamat 1991). menjelang berbuka acara diisi tausiyah ceramah agama oleh ustadz Haswir, M.Ag (Sekretaris IKMI korwil Riau) dari pekanbaru. setelah berbuka beberapa menit kemudian dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah. selseai shlat maghrib selanjutnya acara diteruskan dengan makan bersama

dalam acara tersebut seluruh alumni berbaur tanpa memandang angkatan masing masing dan suasana kebersamaan mulai terjakin antara alumni yang senior dan Yunior. Suasana semakin hangat dan akrab terdengar gelak tawa dan canda beberapa alumni baik yangtelah lama bertemu maupun baru bertemu di saat acara berbuka puasa bersama ini

Pada kesempatan tersebut juga disosialisasikan rencana persiapan pelaksanaan Reuni yang tahapan tahapannya telah disusun sebagai pedoman pelaksanaan untuk mempersiapkan Reuni Akbar, sosialisasi dijelaskan oleh Aguslim. R. Koto. pada kesempatan tersebut dijelaskan tahapan tahapan yang telah dilalui dan tahapan yang akan dilanjutkan seterusnya oleh panitia yang Insya Allah akan dibentuk setelah idul fitri nanti. Direncanakan Panitia reuni akan dibentuk pada tanggal 17 september 2011 bertempat di gedung serbaguna yang berada di komplek Baruna, Dumai.

Selain sosialisasi rencana reuni pada kesempatan tersebut juga diusahakan melengkapi perwakilan setiap angkatan yang akan terlibat dalam kepanitiaan. berhubung tidak semua angaktan dapat hadir dalam acara buka bersama ini maka masih ada beberapa angkatan yang perwakilannya dijanjikan paling lama pada tanggal 28 Agustus 2011 nanti dikirim.

dalam acara tersebut juga berhasil dikumpulkan dana sumbangan untuk Panti Asuhan anak yatim yang direncanakan akan diberikan ke Panti Asuhan Anak Yatim Halimatusa’diyah Muhammadiyah Dumai

Galeri

album kenangan angktan VIII (1985 – 1988)

This gallery contains 21 photos.


poto kenangan angkatan VIII alumni smanda ini  jika masih ada yg menyimpan silahkan beritahu admin group fb Reuni Alumni SMAN 2 Dumai, agar dapat ditambahkan ke album ini…..

MERAJUT PERSATUAN, MEMBANGUN KEPEDULIAAN DALAM PERSAUDARAAN


Dalam era globalisasi saat ini, dimana dunia terasa semakin mengecil ibarat hanya sebuah kota kecil (apa yang terjadi di belahan dunia lain dapat dengan mudah dan dalam waktu yang cukup cepat dapat kita akses), ada kecenderungan nilai-nilai  persaudaraan semakin memudar.

Bahkan upaya pengembangan persaudaraan , hanya dalam batas kelompok-kelompok kecil saja, yang pada akhirnya terperosok ke dalam lingkup sektarianisme ekslusif yang dapat merugikan masa depan pengembangan persaudaraan yang dalam Islam disebut dengan Ukhuwah. Padahal secara makro, ukhuwah, persaudaraan Islam tidak dibatasi oleh sekat-sekat kelompok dan wilayah, negara, melainkan bersifat universal.

Inilah tantangan yang berada di hadapan kita, bagaimana menciptakan dan memberdayakan prinsip ukhuwah ini agar membumi untuk mengantisipasi berkembangnya ukhuwah jahiliyah yang bertentangan dengan fitrah manusia.

Ukhuwah berarti persaudaraan, dari akar kata yang mulanya berarti memperhatikan. Ukhuwah fillah atau persaudaraan sesama muslim adalah suatu model pergaulan antar manusia yang prinsipnya telah digariskan dalam al-Quran dan al-Hadits. Yaitu suatu wujud persaudaraan karena Allah.

Melalui rahmat-Nya-lah maka tumbuh rasa mahabbah (saling mencintai) antar sesama sehingga secara naluriah, manusia merasa saling membutuhkan antara satu dengan lainnya, sehingga terwujudlah persaudaraan. Oleh karena itu, manusia selain sebagai makhluk individu ia juga adalah makhluk sosial.

Persaudaraan sebagai pilar masyarakat  sesungguhnya bersifat sebagai perekat pilar-pilar sosial  lainnya seperti unsur persamaan (egaliter), kemerdekaan, persatuan dan musyawarah. Ibarat suatu bangunan rumah kemerderkaan adalah pondasinya, sedangkan egaliter sebagai tiang penyangga utamanya dan persaudaraan sebagai balok-balok perekat dan pengikat tiang utama sebagai tiang yang berfungsi sebagai penentu model bangunan rumah.

Sedangkan unsur persatuan adalah tembok dan dinding yang memperkokoh bangunan rumah, sedangkan musyawarah sebagai pintu dan jendela atau sebagai ventilasi yang mengatur keluar masuk udara. Dengan menyatunya unsur-unsur tersebut, akan membentuk suatu bangunan rumah yang utuh, kokoh dan ideal.

Itulah tamsil ukuwah , dalam ajaran Islam  sebagaimana hadits Rasulullah Saw, “Seorang muslim dengan muslim lainnya, bagaikan bangunan yang saling mengikat dan menguatkan satu sama lainnya “.

Sejarah telah membuktikan bahwa wujud persaudaraan muslim, mampu membentuk suatu komunitas masyarakat yang kokoh dan bersatu pada suatu peradaban ummah yang terbaik. Sifat persaudaraan sebagai manifestasi ketaatan kepada Allah akan melahirkan sifat lemah lembut, kasih sayang, saling mencintai, tolong menolong.

Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Belum dikatakan beriman salah seorang diantara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri ” (HR. Bukhari).

Prinsip dan karakteristik persaudaraan muslim telah dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah Saw antara lain, semangat berbagi dengan saling mengutamakan dan memperhatikan sesama dan selalu siap sedia berkorban untuk meringankan beban saudaranya.

Ketika Rasulullah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar, seorang sahabat Anshar Sa’ad bin Rabi’ berkata kepada Abdurrahman bin’ Auf dari Muhajirin, “Saya adalah orang yang di Madinah ini, mulai saat ini saya akan membagi setengah kekayaan saya kepada anda “. Begitu luar biasa ukhuwah islamiyah yang dipraktikkan para sahabat.

Semangat berbagi inilah yang mulai langka ditengah-tengah masyarakat. Utamanya di bidang ekonomi dan politik, yang dominan adalah semangat menguasai untuk diri dan kelompok sendiri.

Disamping karakter di atas, karakter ukhuwah islamiyah lainnya adalah tidak meminta-minta. Para sahabat Nabi dikenal sebagai orang yang afif, yaitu orang yang bersih dan menjauhkan diri dari sikap meminta-meminta, mengharapkan belas kasihan serta pertolongan orang lain. Sekalipun mereka dalam keadaan kekurangan, inilah wujud sikap.

Dalam al-Quran digambarkan sedemikian rupa harga diri orang-orang yang afif tersebut, sehingga tidak diketahui apakah dia orang kaya atau orang miskin “… orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak…” (QS. Al-Baqarah [2]: 273).

Adapun kendala utama berseminya ukhuwah islamiyah adalah sifat ananiyah (keakuan), yang mengukur hak dan bathil sesuai nafsu dan kepentingan sendiri.

VIRUS VIRUS PERSAUDRAAN (UKHUWAH)

1. MENGIKUTI PRASANGKA
Mempunyai prasangka bahwa sahabat KITA  menyembunyikan sesuatu dari kita juga dapat menyakitinya. Apalagi jika Anda sudah membangun sikap2 tertentu berdasarkan prasangka tersebut. Selain bisa menyakitinya, hal ini juga betul2 akan menyakiti diri kita  sendiri, karena prasangka buruk dapat merusak ketulusan perasaan hati kita  terhadapnya.
Oleh karena itu, ketulusan hati da prasangka baik (husnuzhzhan) merupakan salh satu faktor yang dapat mempertahankan hubungan ukhuwah. Dengan alasan tersebut Allah dan Rasul-Nya melarang kita berburuk sangka (su’udzdzan) dan mengikutinya.

“Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujuraat : 12)

Sabda Rasulullah : “Hindarilah prasangka (buruk), karena prasangka (buruk) adalah ucapan yang paling dusta.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)

Prasangka buruk dapat mendorong kepada perbuatan tajassus (mencari-cari kesalahan) yang dilarang oleh agama. Juga dapat mendorong untuk menjelk-jelekkan sahabat. Betapa jauh dari cinta dan makna ukhuwah, orang yang jika marah terhadap sahabatnya, ia langsung berprasangka buruk atau mengejeknya di hadapan orang lain.

2. MENCAMPURI MASALAH PRIBADI
Termasuk dalam hal mencampuri urusan pribadi adalah mencari-cari kesalahan, mencuri pendengaran, serta turut campur dalam masalah yang tidak ada gunanya bagi kita.

Sabda Rasulullah : “Jangan mencari-cari kesalahan (tajassus), mencuri pendengaran (tahassus), saling bermusuhan dan saling menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)

“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)

Dalam shiroh sahabat Nabi dikisahkan, ada seorang sahabat Nabi yang sakit. Ketika para sahabat dan kerabat menjenguknya, mereka merasa heran ketika melihat wajah sahabat yang sakit tersebut begitu ceria. Lalu mereka bertanya mengenai sebab keceriaannya. Ia menjawab : “Ada dua amalan yang benar2 kuyakini pahalanya sangat besar, yaitu aku tidak pernah berbicara mengenai hal2 yang tidak berguna, dan hatiku bersih dai segala perasaan kotor terhadap sesama kaum muslim.”

3. EGOIS, AROGAN, TIDAK BEREMPATI DENGAN PENDERITAAN SAUDARA, DAN TIDAK MEMPERHATIKAN MASALAH SERTA KEBUTUHANNYA
Suatu pelajaran yang indah dapat kita petik dari cerita Harun bin Abdillah ra ketika ia berkata : “Pada suatu saat, Ahmad bin Hambal mengunjungiku di tengah malam. Kudengar pintu diketuk, maka aku bertanya : “Siapa di luar sana?” Ia menjawab : “Aku, Ahmad”. Segera kubuka pintu dan menyambutnya. Aku mengucapkan salam dan ia pun demikian. Lalu aku bertanya : “Keperluan apakah yang membawamu kemari?” Ahmad menjawab : “Siang tadi, sikapmu mengusik hatiku.” Aku bertanya : “Masalah apakah yang membutmu terusik, wahai Abu Abdillah?” Ahmad menjawab : “Siang tadi aku lewat di samping halaqoh-mu, ketika engkau sedang mengajar murid2mu, engkau duduk di bawah bayang2 pohon sedangkan murid2mu secara langsung terkena terik matahari dengan tangan memegang pena dan catatan. Jangan kau ulangi perbuatan itu di kemudian hari. Jika engkau mengajar maka duduklah dalam kondisi yang sama dengan murid2mu.”
Dalam kisah di atas, setidaknya ada dua catatan yang layak direnungkan.
(1) yang bercerita buka pihak yang memberi nasihat, melainkan orang yang dinasihati dan ia tergugah dengan nasihat tersebut,
(2)kelembutan dan kehalusan gaya nasihat Imam Ahmad. Ia menyampaikannya secara sembunyi di tengah malam, dengan menggunakan kata2 “Sikapmu mengusik hatiku”, benar2 suatu ungkapan yang lembut. Ia tidak mengatakan, misalnya “Kamu telah menyakiti manusia….”

Faktor lain yang dapat memperkokoh ukhuwah adalah berempati terhadap penderitaan saudara dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhannya.
Sabda Rasulullah : “Siapa yang mencukupi kebutuhan saudaranya, niscaya Allah mencukupi kebutuhannya Siapa yang menolong seorang mukmin dari suatu kesusahan, niscaya Allah akan menolongnya dari salah satu kesusahan pada hari kiamat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)
Dalam hal mencukupi kebutuhan saudara kita, skala paling rendah adalah sebatas mencukupi kebutuhannya ketika diminta dan kita mampu, dan bantuan tersebut diberikan dengan syarat hati merasa senang dan bahagia. Skala pertengahan adalah mencukupi kebutuhannya tanpa ia minta, dan skala yang tertinggi adalah mengutamakan kebutuhan saudara kita daripada kebutuhan kita sendiri.

sahabat di saat senang selalu banyak jumlahnya
namun ketika susah hanya sedikit yang tersisa

maka jangan terpedaya dengan kebaikan seorang sahabat
namun ketika musibah menimpa tiada yang mengiba

semua sahabat menyatakan dirinya setia
namun tidak semua berbuat seperti ucapannya

kecuali sahabat yang penuh derma dan taat agama
itulah sahabat yang berbuat sama dengan kata-katanya

4. MENUTUP DIRI, BERLEBIHAN, MEMBEBANI, DAN MENGHITUNG-HITUNG KEBAIKAN
Jika Anda ingin membuat hati seorang sahabat menjadi senang dan bersikap terbuka apa adanya, maka hindarilah menutup diri dan jangan membuatnya merasa terbebani, jangan menghitung-hitung kebaikannya kepadamu, jangan memberatkannya agar melayanimu, dan bersikaplah rendah hati. Dalam hal ini, cara pandang yang paling baik adalah kamu menganggap dirimu lebih layak melayani daripada dilayani, dengan demikian kamu cenderung menganggap dirimu sebagai pelayan. Barangkali Umar bin Khaththab adalah sosok yang bisa dijadikan contoh. Beliau berbuat baik kepada siapa saja, tidak hanya sahabat dekat, melainkan juga budak-budaknya. Menurut Aslam, salah seorang pelayan Umar, pada suatu malam terkejut mendapati Umar sedang mengurus kuda2 pelayannya dan kudanya sendiri, seraya melantunkan puisi :

Jangan biarkan malam ini membuat hatimu resah
Hiasilah ia dengan sehelai baju dan sorban
Jadilah sahabat baik bagi Naif dan Aslam
Layanilah mereka

5. ENGGAN MENGUNGKAPKAN PERASAAN CINTA, ENGGAN MEMBELA SAHABAT KETIKA AIBNYA DISEBUT
Tentang menyatakan cinta pada saudara, Rasulullah bersabda: “Jika seorang di antara kamu mencintai saudarnya karena Allah, maka kabarkanlah kepadanya, karena hal itu dapat mengekalkan keakraban dan memantapkan cinta.”

Di antara hak ukhuwah adalah membela dan mempertahankan nama baik sahabat. Rasulullah bersabda : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzhalimi dan menyerahkannya.” (HR. Bukhari, Ahmad)

6. MELUPAKANNYA KARENA SIBUK MENGURUSI ORANG LAIN DAN KURANG SETIA
Di antara gambaran akhlaq buruk dalam berukhuwah adalah ketika kita mendapatkan seorang sahabat baru lantas meninggalkan sahabat yang telah kita kenal dalam jangka waktu lama. Salah satu penyebab kekecewaan sahabat adalah ketika ia berusaha sekuat tenaga untuk dekat denganmu dan selalu mengutamakanmu dari siapapun juga, ia justru mendapatimu tidak setia dan menghargainya.
Tidak setia terhadap sahabat juga dapat memutuskan tali ukhuwah. Tanda-tanda kesetiaan terhadap sahabat di antaranya adalah :

- berdoa untuknya dari kejauhan, baik selama ia hidup atau setelah kematiannya, berbuat baik kepada orang yang dicintainya juga keluarganya.
- konsiten dengan sikap tawadhu’ (rendah hati) terhadap sahabat, sekalipun kedudukan ataupun ilmu Anda lebih tinggi darinya.

7. MENGINGKARI JANJI DAN KESEPAKATAN TANPA ALASAN YANG JELAS
Sifat buruk ini akan menumbuhkan anggapan dalam diri sahabat Anda bahwa Anda tidak memperhatikannya, karena orang yang mengingkari janji atau kesepakatan berarti telah meninggalkan sesuatu yang dianggap kurang penting demi meraih sesuatu yang dianggap lebih pening. Alasan ini sudah cukup kuat untuk membuat sahabatmu sedih, menodai cinta dan merusak ukhuwah.

8. SELALU MENCERITAKAN PERKARA YANG MENYEDIHKAN DAN SUKA MENYAMPAIKAN BERITA YANG MEMBUAT RESAH
Ibnu Hazm ra bekata : “Jangan sampaikan beritayang membuat saudaramu sedih atau tidak bermanfaat baginya, karena itu adalah perbuatan orang2 kerdil. Dan jangan menyembunyikan berita yang bisa membahayakannya jika ia tidak tahu, karena itu merupakan pekerjaan orang2 jahat.”
Yahya bin Mu’adz berkata : “Jadikanlah tiga hal berikut ini sebagai sikapmu terhadap orang2 mukmin;jika tidak bisa memberi manfaat, maka jangan membahayakannya; jika tidak bisa membahagiakannya, maka jangan membuatnya sedih; Jika tidak memujinya, maka jangan mencacinya.”

9. TERLALU CINTA
Maksudnya adalah menghindari hal-hal yang berlebihan, seprti ketergantungan atau rasa suka terhadap sahabat, membebani diri dengan beban yang terlalu berat dalam upaya melayani atau mendekatinya.

Rasulullah saw bersabda : “Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi musuhmu pada suatu saat nanti. Dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu pada suatu saat nanti.” (HR. Bukhari, Tirmidzi)

Abul-Aswad berkata :

Cintailah kekasihmu
Dengan cinta yang sederhana
Karena kamu tidak tahu
Kapan ia menjauhimu
Jika harus benci, maka bencilah
Tapi jangan menjauhi
Karena kamu tidak tahu
Kapan harus kembali

Mencintai sahabat secara berlebihan malah akan melemahkan persahabatan. Lebih baik cinta yang terus merangkak namun menanjak daripada cinta yang melonjak namun lekas surut.
Namun demikian, jadikanlah cintamu kepada sahabat lebih besar dari cintanya kepadamu, agar mendapat fadhilah (keutamaan) dari Allah melalui sabda Rasul-Nya :
“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah, kecuali orang yang lebih besar cintanya adalah yang lebih utama di antara keduanya.” (HR. Bukhari)

semoga ini dapat nenjadi bahan instrospeksi, menilai diri sendiri untuk memperbaiki kadar ukhuwah dan menunaikan hak ukhuwah saudaraku. Jangan jadikan tulisan dalam  ini sebagai bahan untuk menilai sahabat2 Anda, karena jika itu dilakukan, Anda pasti akan lebih memilih untuk ‘uzlah atau menyendiri.
Wallahu’alam

dikutip dari beberapa sumber

Galeri

ALUMNI SMANDA DUMAI ANGKATAN XXI ( 1998 – 2001)

This gallery contains 9 photos.


alumni 1998 – 2001 SMANDA DUMAI

Galeri

ALBUM KENANGAN ALUMNI

This gallery contains 283 photos.


ini adalah kumpulan poto poto kenangan alumni semasa di SMAN 2Dumai  

Galeri

REUNI AKBAR 2012 SMAN 2 DUMAI


alumni Smanda Dumai berencana akan melaksanakan reuni akbar pada tahun 2012, saat ini tahapan tahapan tersebut telah dipersiapkan TAHAP-TAHAP PERSIAPAN (Time Schedule)  REUNI AKBAR 2012  SMA NEGERI 2 DUMAI Tahap 1 :  April  – Agustus 2011 1). Pembentukan group persiapan … Baca lebih lanjut